STUDI FENOMENOLOGI PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KAMPUNG KB DESA MLESE, CEPER, KLATEN

Main Article Content

Putri Kusumawati Priyono

Abstract

Riskesdas (2020) menyatakan bahwa cakupan penggunaan IUD sebanyak 6,6%, Implant 4,7%, Metode Operasi Wanita (MOW) 3,1%, Metode Operasi Pria (MOP) 0,2 %. Berdasarkan SDKI (2019), cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang sebanyak 4%menggunakan Metode Operasi Wanita (MOW), 0% Menggunakan Metode Operasi Pria (MOP), 5% menggunakan IUD, 5% menggunakan Implant. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kampung KB Desa Mlese, Ceper, Klaten. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 112 akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kampung KB Desa Mlese, Ceper, Klaten. Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 112 responden. Akseptor KB tertinggi menggunakan IUD (71,73%) dan Implant (28,27%), dengan kategori usia tertinggi yaitu usia 35­39 tahun (24,38%), tingkat pendidikan tertinggi yaitu pendidikan SMA (45,23%), serta paritas tertinggi yaitu multipara (72,44%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan cara meningkatkan program promosi kesehatan seperti kegiatan penyuluhan, penyediaan media KIE bagi masyarakat dan petugas kesehatan, memfasilitasi pelayanan KB MKJP secara mobile, melibatkan kader posyandu dan kader PKK, dan meningkatkan keterampilan komunikasi dan konseling serta teknik pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang bagi bidan.

Article Details

Section
Articles