JURNAL KESEHATAN JURNAL ILMU KESEHATAN STIKES DUTA GAMA KLATEN POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI ORAL PASIEN RAWAT JALAN POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT X PURWOREJO PERIODE JANUARI - MARET 2021

Main Article Content

Cahyani Hijria Fitri M. Sc
Dhita Kusumawardhani M. Sc

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang prevalensinya


semakin meningkat. Peningkatan prevalensi PTM ini terjadi akibat gaya hidup tidak sehat,


mulai dari merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi garam


berlebih. Hipertensi menjadi salah satu PTM yang harus diwaspadai, karena ketiadaan gejala


khusus pada penderita penyakit hipertensi.


Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif


dengan menelusuri obat antihipertensi yang tercantum dalam lembar resep pasien rawat jalan


poli penyakit dalam di Rumah Sakit X Purworejo bulan Januari hingga Maret 2021. Teknik


pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode observasi lapangan dan teknik


pengambilan data dengan teknik total sampling, yang mencapai jumlah 80 lembar resep.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat antihipertensi yang digunakan anatara lain


Candesartan 8mg sebanyak 33,76%, Furosemide 40mg sebanyak 18,59%, Bisoprolol 2,5mg


sebanyak 15,83%, Candesartan 16mg sebanyak 10,21%, Nifedipine 30mg sebanyak 8,59%,


Propranolol 10 mg sebanyak 8,28%, Amlodipine 5mg sebanyak 2,41%, Amlodipine 10mg


sebanyak 2,31%, dan Captopril 25mg sebanyak 0,03%. Obat antihipertensi golonganARB


sebanyak 43,97%, Beta Bloker sebanyak 24,10%, Diuretik sebanyak 18,59%, Antagonis


Kalsium sebanyak 13,31%, ACE Inhibitor sebanyak 0,03%.Jumlah lembar resep obat


antihipertensi kombinasi sebanyak 55%, lebih banyak daripada lembar resep obat


antihipertensi tunggal.

Article Details

Section
Articles