MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN TERAPI OTOT PROGRESIF

Main Article Content

Maryanti Maryanti

Abstract

Latar Belakang: Proses menua atau menjadi tua ditandai dengan adanya kemunduran biologis yang terlihat sebagai kemunduran yang terjadi adalah kemampuan-kemampuan kognitif seperti suka lupa, kemunduran orientasi pada waktu, ruang, tempat, serta tidak mudah menerima hal/ide baru. Dan kecenderungan lansia mengalami masalah tidur.


Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada lansia Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy eksperiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 lansia. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Piitsburgh sleep quality Index (PSQI).


Hasil: diketahui bahwa hasil pretest mayoritas mengalami kualitas buruk sebanyak 59 (73,75%), dan hasil posttest diketahui bahwa mayoritas yang mengalami kualitas tidur baik sebanyak 63 (78.75%). hasil uji statistik menggunakan  Paired Samples T-Test tersebut diatas bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.000 dengan nilai a = 0.005.


Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan antara pemberian terapi relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada lansia ditandai dengan nilai sig (2-Tail) = 0.000. nilai sig (2-tail) < dari nilai a (0.05).

Article Details

Section
Articles